Details

Menara Syahbandar

Syahbandar 1 Syahbandar 3 Syahbandar

Dahulu, Menara ini dibangun oleh Pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1839 dan dikenal dengan nama Uitkijk. Menara ini berfungsi sebagai tempat untuk memantau kapal-kapal yang keluar masuk kota Batavia melalui jalur laut. Selain itu, Menara ini dulu juga dijadikan sebagai kantor pabean, yaitu tempat mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di Pelabuhan Sunda Kelapa.
Menara syahbandar memiliki ketinggian 12 meter dan terdapat tiga lantai yang bisa dikunjungi. pada lantai pertama, terdapat batu prasasti kedatangan saudagar china pada abad 17. Batu  Prasasti tersebut merupakan penanda titik nol Batavia atau Jakarta pada kala itu. Naik ke lantai selanjutnya, kamu dapat melihat banyak kaca kotak yang berisi teropong yang masih asli dan sudah berumur hampir satu setengah abad. Teropong ini dahulu digunakan untuk memantau kapal. Di lantai dua, kamu akan melihat banyak jendela-jendela besar khas bangunan tua. Kemudian selanjutnya pada lantai paling atas adalah tempat untuk memantau kapal-kapal yang lalu lalang dalam jalur perdagangan keluar masuk Kota Batavia. Pada lantai paling atas, kamu dapat melihat pemandangan sekeliling area Menara Syahbandar, mulai dari Jembatan, Bioskop pertama, Tugu Pantura, dan Museum Bahari.

Harga Tiket Masuk :  Rp. 5.000 Dewasa
                                    Rp. 3.000 Mahasiswa
                                    Rp. 2.000 Anak-anak
Setiap pengunjung yang berkunjung ke museum bahari bisa sekaligus berkunjung ke Menara Syahbandar karena dua tempat tersebut berada dalam satu kawasan.

Fasilitas :
-       Toilet
-       Tempat Parkir

Jam Operasional :
Museum Bahari buka pada jam 09.00 – 15.00 WIB. Buka pada hari selasa hingga hari minggu. Untuk hari libur sekolah Museum Bahari tetap buka menyerupai biasa.

Lokasi :
Jl. Pasar Ikan No. 1, Penjaringan, Kota Jakarta Utara