Details

Pasar Glodok


Pasar Glodok

Kawasan Glodok pertama kali dibangun oleh VOC pada abad ke 17 yang berfungsi untuk menempatkan masyarakat Tionghoa dalam satu wilayah (tempat Isolasi orang Tionghoa) yang kini dikenal sebagai Pecinan (wilayah di sekitar kawasan Wihara Dharma Bhakti).
 
KIni, Glodok merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, daerah ini juga dikenal sebagai Pecinan terbesar di Batavia.
 
Menurut Zaenuddin HM dalam bukunya “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe" Glodok berasal dari kata "Grojok", karena pada Zaman Belanda terdapat pancuran besar yang jika hujan keluar air dengan bunyi "Grojok-grojok." Kemudian oleh warga sekitar bunyi tersebut diucapkan dengan kata Glodok. Versi lain mengatakan bahwa kata Glodok diambil dari nama sebuah jembatan yang melintang di atas kali Ciliwung, yakni Jembatan Kali Glodok.
 
Pada tahun 1970an, Kawasan Glodok merupakan kawasan pusat barang elektronik, top of mind setiap orang yang mencari barang elektronik. Namun sayangnya kini pamornya semakin meredup. Glodok tidak hanya tentang barang elektronik, banyak hal menarik di sekitarnya yang bisa dijelajahi. Glodok meliputi 3 wilayah utama yaitu Jalan Petak Sembilan yang merupakan Kawasan Pecinan terbesar di Jakarta, Gang Gloria, dan jalan Pancoran yang semuanya menyediakan beragam kuliner baik halal maupun non halal.

Selain kuliner, di kawasan Glodok dapat juga kita jumpai bangunan tua yang memiliki nilai historis seperti :
1.  Kelenteng Dharma Bakti, didirikan pada tahun 1650 oleh Letnan Kwee Hoen. Saat ini kelenteng dikelola oleh Kong Koan atau Dewan Tionghoa.
2. 
 Gereja Santa Maria De Fatima, sekilas bangunan lebih menyerupai klenteng (tempat ibadah bagi pemeluk agama Konghucu). Gereja Santa Maria de Fatima, memberikan misa dengan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Mandarin.
3. Pantjoran Tea House, sudah berdiri sejak tahun 1635. disini terdapat tradisi "Patekoan" yaitu menyediakan teh secara gratis untuk siapapun yang ingin mencoba.
4. Rumah Candra Naya, terletak di dalam superblok hotel dan apartemen mewah di Jalan Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat. mulanya adalah rumah mayor Khouw Kim An (pemimpin masyarakat Tionghoa di era pemerintahan Hindia-Belanda). Candra Naya merupakan cikal bakal dari beberapa instansi yang ada sekarang yaitu Universitas Tarumanegara, RS Sumber Waras, dan RS Husada.

Transportasi Menuju Pasar Glodok :
1. Bus Transjakarta (Tarif: Rp3500,00)
Naik Bus TransJakarta dari Halte Blok M menuju Kota (Koridor 1). Kemudian turun di Halte Glodok.


1.jpg
2.jpg
3.jpg

4.jpg
5.jpg
6.jpg

Sumber foto: @baihaqi_eqii