Details

Kalibesar

Di sisi barat dan timur sungai Ciliwung terdapat area komersil yang dikenal dengan nama Kalibesar, yang pada saat zaman kolonial Belanda dikenal sebagai Grootegracht yang artinya adalah ‘sungai yang besar’.  Sampai hari ini daerah ini masih menjadi daerah perdagangan yang  sangat sibuk dan dikenal sebagai daerah pecinan Jakarta. Di daerah ini juga terdapat Toko Merah yang berasal dari abad ke 18  yang  sebelumnya adalah Bank Standard Chartered.

kalibesar

 

Tidak jauh dari lokasi terdapat jembatan tarik khas Belanda yang tersisa satu-satunya  di Jakarta.  Jembatan ini dulu dikenal dengan nama ‘Engelse Brug’ atau Jembatan Inggris, yang menghubungkan benteng Belanda dan benteng Inggris.

Menghadap laut  tampak bangunan menara  tua yang dulunya digunakan untuk mengamati keluar masuknya kapal . Menara ini dikelilingi oleh benteng. Sekarang menara ini dinamakan Menara Syahbandar, yaitu menara kepala pelabuhan.

Tidak jauh dari Menara Syahbandar terdapat museum maritim yang sebelumnya digunakan sebagai tempat menyimpan rempah-rempah yang bernilai tinggi sebelum dikirim dengan kapal laut  dan dijual di daratan Eropa.

Di sekitar area ini terdapat juga Pasar Ikan dan Pelabuhan Sunda Kelapa yang letaknya tepat di hilir sungai Ciliwung, yang sampai sekarang masih melayani pelayaran tradisional  antar pulau . Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan lokasi favorit bagi para turis untuk memotret berbagai kapal layar tradisional yang bersandar di dermaga

 

 

 

Tempat-tempat bersejarah di sekitar Kalibesar

Gedung Arsip Nasional

Gedung dengan batu bata merah yang elegan ini dikenal dengan nama Museum Arsip Nasional dan terletak di Jalan Gajah Mada . Sebelumnya gedung ini pernah digunakan sebagai gedung arsip kolonial Belanda . Pada awalnya gedung ini dibangun di abad ke 18 sebagai tempat  kediaman Gubernur Jenderal VOC Reiner de Klerk.

Saat ini gedung ini telah menjadi museum dan terbuka untuk umum. Gedung ini dapat  juga digunakan untuk acara makan malam yang romantis  atau untuk resepsi perkawinan eksklusif dengan  suasana tempo dulu.

Gedung ini pada satu masa pernah akan dihancurkan, sampai sekelompok pengusaha Belanda mendirikan  Stichting Cadeau Indonesia (Masyarakat Pemberi Hadiah untuk Indonesia) mengumpulkan dana untuk restorasi gedung yang dijadikan museum, dan disumbangkan kepada pemerintah Indonesia bertepatan dengan perayaan 50 tahun kemerdekaan Indonesia tahun 1995.  Restorasi akhirnya dapat dituntaskan pada tahun 1998.

Bangunan utama berbata merah ini terdiri dari dual lantai dengan atap yang tinggi. Sementara itu lantai dasarnya  sangat luas.  Di gedung ini masih terdapat  ruang tamu gubernur jenderal. Pada masa itu. Saat ini di area ini masih terdapat berbagai koleksi furnitur dan koleksi senjata antik.

Di lantai dasar masih terlihat lantai keramik yang sama dengan lantai keramik di Istana Kasepuhan di Cirebon yang menggambarkan cerita dari Alkitab.

Sementara itu terdapat tangga menuju ruang kerja dan ruang makan dan  di lantai dua gedung (Tempat dimana Hillary Clinton dijamu pada saat kunjungan ke Jakarta). Di sini juga dapat ditemukan bebagai peta tua Batavia dan ruang tidur Gubernur Jenderal Reinier de Klerk.

Pada tahun 2001, Museum Arsip Nasional ini menerima  UNESCO Award of Excellence.