June 15, 2010

Indonesian Dance Festival Resmi Dibuka

 

 BERITAJAKARTA.COM — 15-06-2010 12:45

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, secara resmi membuka kegiatan Indonesian Dance Festival (IDF) 2010 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin (14/6) malam. Turut hadir dalam pembukaan tersebut, para duta besar (dubes) negara sahabat, para pejabat Pemprov DKI Jakarta, serta para peserta IDF 2010 baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Fauzi Bowo mengungkapkan kebanggaannya atas digelarnya festival tari koreografi IDF yang mampu mengharumkan nama Indonesia dalam festival kesenian berskala internasional. “Kita patut bangga, karena tanpa mereka festival bertaraf internasional ini tidak akan ada,” ujar Fauzi Bowo.

Direktur IDF, Maria Darmaningtias, menuturkan, pagelaran IDF merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Sebab, kegiatan yang awalnya hanya bermula dari patungan antar pendiri, kini telah mengalami peningkatan kualitas dan telah bertahan hingga 18 tahun lamanya. "Di saat begitu banyak keterpurukan di berbagai segi, IDF menebarkan nama baik di bidang seni," kata Maria.

Acara pembukaan IDF tersebut diawali pertunjukan tarian karya koreografer kenamaan, Gusmiati Suid yang bertemakan `a memory of her work`. Dalam karyanya ini, ajaran-ajaran Islam cukup kental tergambar dari gerak tari yang dibawakan penari. Meski demikian, keindahan gerak tari yang dipadu dengan senandung lagu yang lembut, cukup memukau penonton yang hadir.

Indonesian Dance Festival (IDF) pertama kali dicetuskan oleh para pengajar Insitut Kesenian Jakarta (IKJ), di Kampus IKJ, Jalan Cikini Raya No 73, Kompleks Taman Ismail Marzuki. Ketua Badan Pengelola Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) yang saat itu dijabat oleh Farida Oetoyo bahkan menyediakan tempat penyelenggaraan di samping Taman Ismail Marzuki.

Selama hampir 2 dasawarsa, IDF meramaikan jagat tari internasional. Bahkan telah lahir banyak koreografer muda yang kini menjadi koreografer terkemuka baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebut saja nama Martinus Miroto, Boi G Sakti, Eko Supriyanto, Mugiyono Kasido, dan beberapa nama lainnya.

Karena konsistensi dan eksistensinya selama bertahun-tahun, IDF dianggap telah membawa nama Indonesia di dunia internasional di bidang seni tari kontemporer, maka pada tahun 2008, IDF dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjadi festival tari resmi Jakarta. Hingga akhirnya, IDF kini bernama Indonesian Dance Festival, Jakarta International Performing Arts Festival.

Festival tari kontemporer internasional ini merupakan festival tari terlama yang ada di Indonesia dan berkesinambungan dalam pelaksanaannya. Bermula dari kesederhanaan, dan hanya diikuti peserta dari Indonesia, kini terhitung telah 19 negara (termasuk Indonesia) yang pernah menjadi peserta Indonesian Dance Festival.