Details

Sambut Tahun Baru Islam dengan Mengunjungi Destinasi Wisata Religi



Sambut Tahun Baru Islam dengan Mengunjungi Destinasi Wisata Religi

Jakarta yang menyimpan segudang pesona dan keindahan menawarkan beragam pilihan destinasi wisata, salah satunya yakni wisata religi. Berikut rekomendasi destinasi wisata religi yang dapat anda kunjungi untuk sambut Tahun Baru Islam.


1. Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal adalah Masjid Nasional Republik Indonesia yang terletak di wilayah Jakarta Pusat yang menjadi kebanggaan karena merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Hal menarik yang dapat ditemukan dari Masjid Istiqlal salah satunya adalah perancangnya yakni Friedrich Silaban yang merupakan seorang Kristen Protestan. Dia dipercaya menjadi perancang masjid karena sebelumnya telah memenangkan kompetisi rancang masjid dengan gagasan tema berupa "Ketuhanan" yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Soekarno.
Selaras dengan semboyan Bangsa Indonesia yakni "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti "Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu," Masjid Istiqlal menjadi simbol toleransi antaragama karena lokasinya berseberangan dengan Gereja Katedral.
 
Cara Menjangkau Lokasi:
- Bus TransJakarta (Tarif: Rp3.500,00)
Naik TransJakarta dari Halte Pulo Gadung menuju Halte Harmoni (Koridor 2). Pastikan anda turun tepat di Halte Istiqlal. Perjalanan kira-kira memakan waktu sekitar 1 Jam.
Waktu operasional: Setiap hari, beroperasi selama 24 jam.
 

2. Masjid Ramlie Musofa
Masjid Ramlie Musofa merupakan tempat ibadah yang didirikan sebagai bentuk perwujudan cinta dari seorang mualaf kepada Allah SWT. Pendirinya yakni Haji Ramli Rasidin merupakan warga keturunan Tionghoa asal Aceh yang merantau ke Jakarta pada tahun 1970-an.
 
Masjid ini sekilas tampak seperti Taj Mahal di India dan sejak dahulu kala Haji Ramli Rasidin memang bercita-cita untuk membuat masjid megah dengan akulturasi beragam budaya. Perwujudan dari mimpi tersebut akhirnya direalisasikan pada tahun 2011. Masjid Ramlie Musofa mulai dibangun dengan mengusung konsep rancangan akulturasi 3 budaya yakni Melayu, Arab dan Cina.
 
Cara Menjangkau Lokasi:
- Bus TransJakarta (Tarif: Rp3.500,00)
Naik TransJakarta dari Halte PGC 2 menuju Tanjung Priok (Koridor 10). Kemudian turun di Sunter Kelapa Gading. Selanjutnya dilanjutkan dengan menaiki transportasi daring menuju lokasi (estimasi tarif: Rp13.000,00-Rp25.000,00)
Waktu operasional: Setiap hari, beroperasi selama 24 jam.


3. Jakarta Islamic Center
Jakarta Islamic Center atau Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam di Jakarta merupakan sebuah lembaga yang didirikan di tempat eks Lokalisasi Resosialisasi (Lokres) Kramat Tunggak, Tanjung Priuk pada tahun 2001 dan merupakan gagasan dari Gubernur H. Sutiyoso.
 
JIC tidak sekedar masjid saja, JIC diharapkan menjadi salah satu simpul pusat peradaban Islam di Indonesia dan Asia Tenggara yang menjadi simbol kebangkitan Islam di Asia dan Dunia. Ciri peradaban yang dimaksud adalah dengan adanya kelengkapan fasilitasi fungsi-fungsi kemakmuran masjid yang terdiri dari fungsi peribadatan, fungsi kediklatan dan fungsi pedagangan/bisnis.

Cara Menjangkau Lokasi:
- JakLingko Jak29 (Tarif: Rp5000,00/3 jam)
Naik JakLingko Jak29 dari Halte RSUD Koja (rute Tanjung Priok-Semper-Rusun Sukapura). Kemudian turun tepat di depan Jakarta Islamic Center.
Waktu operasional: setiap hari pukul 05.00-22.00 WIB. 




Sumber video: Instagram resmi Kementerian PUPR https://www.youtube.com/channel/UCsu09VO9BJl-nW2-2W4Xvaw

Masjid Istiqal_1 copy.JPG
2.JPG
JIC.JPG