Details

Menteng

Titik awal       : Taman Suropati
Titik akhir      : Masjid Cut Meutia

Durasi   : 3 jam
Jarak     : 2.7 km



Tempat menarik:

1. Taman Suropati
Taman yang dibangun di zaman Belanda ini awalnya bernama Burgemeester Bischopplein yang berarti lapangan walikota Bischop (G.J. Bisshop) yang merupakan walikota pertama kota Batavia (sekarang Jakarta). Rumah dinas sang walikota pun masih berdiri sekarang dan menjadi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta sekarang. Di sekitar taman kita bisa menemukan kediaman resmi duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia, rumah dinas Wakil Presiden Republik Indonesia, dan rumah dinas Panglima TNI. Di taman ini, kita bisa menemukan instalasi seni yang dibbuat oleh seniman-seniman dari lima negara pendiri ASEAN dan Brunei Darussalam.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Salah satu gedung bersejarah bagi perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. Di rumah inilah dirumuskan naskah proklamasi kemerdekaan untuk kemudian dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 di kediaman Sukarno.

3. SDN 01 Menteng/Sekolah Obama
Sekolah yang juga dikenal dengan nama SD Besuki (dari nama jalan Besuki) berdiri sejak tahun 1934 dan menjadi sekolah beberapa orang terkenal di Indonesia seperti anak-anak dari presiden ke-2 Indonesia, dan presiden Amerika ke-44 ketika beliau tinggal di Jakarta di tahun 1969-1971.

4. Boulevard Teuku Umar
Di boulevard ini kita bisa melihat rumah salah satu pengusaha terkaya Indonesia, Chaerul Tanjung dan rumah orang Indonesia yang menjadi walikota Jakarta pertama yaitu Suwiryo. Kita juga bisa melihat rumah presiden ke-5 Indonesia, Megawato Sukarnoputri.

5. Rumah Presiden ke-2, Suharto
Jalan Cendana adalah area yang sangat tertutup pada masa orde baru karena di jalan inilah presiden ke-2, Suharto tinggal. Sekarang, kita bisa melihat kediaman pribadinya yang masih dijaga oleh petugas. Tidak banyak kegiatan saat ini tapi kita bisa bayangkan betapa sibuknya rumah ini ketika Suharto menjadi presiden dari tahun 1966 sampai tahun 1998.

6. Tugu Kunstkring
Bangunan megah nan indah yang menjadi gerbang area Menteng dibangun di awal abad ke-20 dan menjadi tempat perkumpulan komunitas seni Kunstkring. Sempat menjadi kantor imigrasi Jakarta Pusat sampai tahun 1995, saat ini gedung menjadi restaoran fine diningí dan galeri seni juga toko souvenir.

7. Masjid Cut Meutia
Awalnya, gedung ini tidak difungsikan sebagai tempat ibadah tapi sebagai kantor pengembang bernama N.V. Bouwploeg. Pengembang inilah yang bertanggung jawab membangun daerah Menteng. Makanya, bangunan yang sekarang menjadi masjid ini tidak menghadap kiblat. Di aula tengah, kita bisa melihat tangga yang ‘terpotong’ karena digunakan untuk tempat sholat dan tangganya dipindahkan ke luar.

menteng-min.jpg