Starts in:
Event Info:
  • 01-01-1970
  • 01-01-1970
  • |
Buy Tickets

Details

WISATA ZIARAH KE KEPULAUAN SERIBU

Hai Sobat Wisata!
Kepulauan Seribu menyimpan sejuta pesona dan juga memiliki beragam destinasi wisata yang tentunya tidak boleh kamu lewatkan.
Salah satu destinasi menarik yakni wisata ziarah. Berikut beberapa destinasi wisata ziarah di Kepulauan Seribu yang telah dirangkum oleh Jakarta Tourism,


1. Makam Raja Pandita

Makam Raja Pandita adalah salah satu wisata ziarah di Pulau Tidung. Raja Pandita bernama Aji Muhammad Sapu dengan nama kecil Kaca lahir di Malinau, Kalimantan Utarapada 20 Juli 1817

Raja Pandita yang memiliki gelar gelar Raja Tidung XXI merupakan raja yang berasal dari suku Tidung, Kalimantan Utara. Beliau sangat bersemangat untuk melawan penjajahan namun beliau tertangkap oleh pasukan Belanda dan diasingkan ke pulau yang dinamakan Pulau Tidung pada saat ini dan kemudian wafat di Pulau Tidung pada tahun1898. 

Cara menuju makam Raja Pandita:
Lokasi makam Raja Pandita dapat ditemukan sekitar 20 menit dari dermaga utama Pulau Tidung Besar 


Transportasi dapat ditempuh melalui.
1. Dermaga Kali Adem, Muara Angke
- Menggunakan kapal tradisional (Estimasi tarif: Rp50.000,00)
Memakan waktu kurang lebih 2-3 jam perjalanan untuk sampai ke Pulau Tidung
Waktu operasional: 1 hari 1 kapal (1 rute/tujuan) Senin-Jum'at, pukul 08.00 WIB

- Menggunakan Kapal Express Bahari (Estimasi tarif: Rp85.000,00)
Memakan waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan untuk sampai ke Pulau Tidung
Hari operasional: Rabu, Jum'at, Sabtu, Minggu

2. Dermana Marina, Ancol (Estimasi tarif: Rp100.000,00-Rp300.000,00)
- Menggunakan Kapal Cepat/Speed Boat
Waktu operasional: setiap hari, pukul 07.00-16.00 WIB

2. Makam Panglima Hitam

Panglima Hitam atau yang disebut Kumpi Turuf adalah seorang Panglima Besar Malaysia yang melarikan diri dari Kerajaan Malaysia ke tanah Jawa bersama Putri Malysia dan singgah di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu Utara.

Setelah itu Panglima Hitam pergi dan tinggal di Pulau Tidung Kecil. Selama di pulau tersebut Panglima Hitam mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat, konon ilmu agama yang beliau ajarkan didapatkan dari Wali Allah yakni Maulana Malik Ibrahim hingga wafatnya beliau di Pulau Tidung Kecil.

Cara menjangkau lokasi:
Makam Panglima Hitam dapat ditemukan dengan berjalan kaki kira-kira 20 menit dari Dermaga Pulau Tidung Kecil.


Transportasi dapat ditempuh melalui.
1. Dermaga Kali Adem, Muara Angke
- Menggunakan kapal tradisional (Estimasi tarif: Rp50.000,00)
Memakan waktu kurang lebih 2-3 jam perjalanan untuk sampai ke Pulau Tidung
Waktu operasional: 1 hari 1 kapal (1 rute/tujuan) Senin-Jum'at, pukul 08.00 WIB

- Menggunakan Kapal Express Bahari (Estimasi tarif: Rp85.000,00)
Memakan waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan untuk sampai ke Pulau Tidung
Hari operasional: Rabu, Jum'at, Sabtu, Minggu

2. Dermana Marina, Ancol (Estimasi tarif: Rp100.000,00-Rp300.000,00)
- Menggunakan Kapal Cepat/Speed Boat
Waktu operasional: setiap hari, pukul 07.00-16.00 WIB

3. Makam Habib Ali Bin Ahmad Bin Zein Al-'Aidid

Habib Ali Bin Ahmad Bin Zein Al-'Aidid seorang ulama yang berani merintis dakwah di kawasan terpencil dan berhasil. Ia adalah ulama dan mubalig asal Adramut yang pertama kali menyebarkan Islam di Pulau Panggang dan sekitarnya. 

Cara menjangkau lokasi:
Makam Habib Ali Bin Ahmad Bin Zein Al-'Aidid terletak di Pulau Panggang.

1. Dermana Marina, Ancol (Estimasi tarif: Rp100.000,00-Rp300.000,00)
- Menggunakan Kapal Cepat/Speed Boat
Waktu operasional: setiap hari, pukul 07.00-16.00 WIB