Starts in:
Event Info:
  • 01-01-1970
  • 01-01-1970
  • |
Buy Tickets

Details


Jelajah Wisata Religi dan Ziarah di Jakarta Selatan

Hai Sobat Wisata!
Jelajah wisata ke Jakarta Selatan tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung pula ke wisata religi dan ziarah. Jakarta Selatan memiliki salah satu destinasi unik dan menarik yakni Masjid berbentuk Perahu. Pernahkah Sobat Wisata mengunjunginya? Selain sebagai tempat ibadah, destinasi ini juga menarik untuk didokumentasikan.
Selain Masjid Perahu, berikut Jakarta Tourism rekomendasikan beberapa destinasi wisata religi dan ziarah yang wajib sobat wisata kunjungi !

1. Masjid Al-Munada Darussalam Baiturrahman (Masjid Perahu)
Masjid Perahu merupakan Masjid yang terinspirasi oleh Kisah tentang Nabi Nuh yang membangun bahtera atau kapal besar untuk menyelamatkan umatnya, Masjid yang diberi nama Masjid Agung Al-Munada Darussalam Baiturrahman ini dibangun sejak tahun 1962 oleh KH Abdurrahman Massud dan berlokasi di Jl. Casablanca, RT.3/RW.5, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Jakarta Selatan.
 
Selain keunikan bangunan yang berbentuk kapal, didalam masjid ini pun terdapat ruangan yang berisikan sebuah Al-Quran dengan sampul kayu berukuran 2 x 1 meter dengan ketebalan 30 sentimeter yang dikelilingi 16 batu giok. Tempat imam di masjid inipun unik karena dihiasi dengan ukiran kaligrafi dari kayu jati dan diatas bangunan masjid terdapat emas yang jumlahnya 99 sesuai dengan Asmaul Husna yang beratnya apabila ditotal sebanyak 3 kilogram.


Transportasi menuju Masjid Al-Munada Darussalam Baiturrahman (Masjid Perahu)  
Masjid Al-Munada Darussalam Baiturahman (Masjid Perahu) terletak di Jalan Menteng Pulo Raya, Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Untuk menjangkau lokasi tersebut, sobat wisata dapat menggunakan transportasi Bus TransJakarta.

(Estimasi tarif: Pukul 05.00-07.00 WIB Rp2.000,00 dan Pukul 07.00-24.00 WIB Rp3500,00)
Naik TransJakarta dari Halte Terminal Kampung Melayu 1 dengan rute Kampung Melayu - Stasiun Tanah Abang via Cikini (Koridor 5M) dan turun tepat di Jalan Penataran. Lanjutkan dengan menggunakan transportasi daring menuju lokasi (Tarif berkisar Rp13.000,00 - Rp25.000,00.

Waktu operasional Bus TransJakarta: Setiap hari, 24 jam.
  
2. Masjid Agung Al-Azhar
Masjid Al-Azhar merupakan masjid terbesar di Jakarta sebuelum Masjid Istiqlal selesai pada tahun 1978. Masjid ini dibangun pada 1953 dan diberi nama Al-Azhar oleh imam besar Al-Azhar di Mesir yang berkunjung pada 1960. Mesjid ini kini menjadi kompleks pusat lembaga pendidikan yang termasuk didalamnya pesantren, universitas, dan lembaga pendidikan lainnya. Masjid ini berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan


Transportasi menuju Masjid Agung Al-Azhar
Masjid Agung Al-Azhar terletak di Jalan Singsingamangaraja, Kebayoran Baru , Jakarta Selatan. Untuk menjangkau lokasi tersebut, sobat wisata dapat menggunakan transportasi Bus TransJakarta.

(Estimasi tarif: Pukul 05.00-07.00 WIB Rp2.000,00 dan Pukul 07.00-24.00 WIB Rp3500,00)
Naik TransJakarta dari Halte Kota dengan rute Kota - Blok M (Koridor 1) dan turun tepat di Masjid Agung. Lanjutkan dengan berjalan kaki dan menyeberang jalan menuju lokasi.

Waktu operasional Bus TransJakarta: Setiap hari, 24 jam.
 
3. Makam Habib Kuncung
Habib Kuncung yang memiliki nama asli Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad Qurfha lahir di Qurfha, Hadramaut, Tarim, Yaman pada tanggal 26 Syaban 1254 H bertepatan dengan 14 November 1838. Habib Kuncung berguru kepada ayahnya sendiri Al Habib Alwi Al Haddad,  Al Habib Ali Bin Husein Al Haddad, Al Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al Habsyi, dan kepada Habib keramat Empang Bogor, Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Attas. 

Sejak kecil Habib Kuncung sudah berdagang sebagaimana halnya Rasulullah. Berdagang membuatnya mengenal wilayah Asia Tenggara, bahkan menuai sukses di Singapura. Habib Ahmad  sering muncul di Majelis Ulama kalangan Habaib di Jakarta yang dipusatkan di kediaman Habib Ali Al-Habsyi Kwitang. Namun Habib Kuncung lebih dikenal oleh masyarakat Bogor, karena banyak menghabiskan waktu disana. Kedekatannya dengan masyarakat Bogor terlihat dari panggilan “Kuncung” yang kemudian melekat padanya. Habib Ahmad juga dijuluki “Habib Kuncung” karena kerap memakai kopiah pemberian bangsawan Bugis yang berbentuk kerucut atau kuncung (mengecil ke atas). Kerajaan Bugis memberikan kopiah istimewa karena Habib Ahmad mempunyai karomah yang besar di kalangan bangsawan Bugis masa itu.

Habib Kuncung dahulu saat menuntut ilmu dan berdagang selalu berpindah-pindah tempat. Belanda, Malaysia, Singapura, Batavia, dan Makassar, adalah sebagian tempat yang dijelajahinya. Habib Kuncung akhirnya bertemu dan menikah dengan istrinya di Makassar. Mereka mempunyai satu putra yang meninggal sebelum memberikan keturunan, sehingga garisnya pun terputus.

Makam Habib Kuncung terletak di samping sebuah masjid di kawasan Kalibata. Habib Kuncung wafat pada usia 93 tahun, tanggal 29 Sya’ban 1345 H (1922 M). Makamnya berada di antara makam keluarga Habib Al Haddad, yang sekarang seluruhnya dibuatkan bangunan bertutup untuk memberikan kenyamanan kepada para peziarah yang datang.


Transportasi menuju Makam Habib Kuncung
Makam Habib Kuncung terletak di Jalan Rawajati Timur II No.69, Pancoran, Jakarta Selatan. Untuk menjangkau lokasi tersebut, sobat wisata dapat menggunakan transportasi Bus TransJakarta.

(Estimasi tarif: Pukul 05.00-07.00 WIB Rp2.000,00 dan Pukul 07.00-24.00 WIB Rp3.500,00)
Naik TransJakarta dari Halte Harmoni dengan rute Harmoni - PGC (Koridor 5C) dan turun tepat di Halte Cawang Otista. Lanjutkan dengan menggunakan transportasi daring menuju lokasi (Tarif berkisar Rp13.000,00 - Rp 25.000,00)

Waktu operasional Bus TransJakarta: Setiap hari, 24 jam.