Details

Makam Mbah Priok, Jakarta Utara

Berkunjung ke Makam Keramat Mbah Priok

Habib Hasan Al Haddadatau lebih dikenal dengan Mbah Priuk adalah seorang ulama besar dan tokoh penyebar Islam di tanah Jakarta. Pada tahun 1756 yaitu saat Mbah Priok berumur 29 tahun, Mbah Priuk mengembuskan napas terakhirnya akibat sebuah kecelakaan di lautan. Jasad Mbah Priuk konon diiringi ratusan lumba-lumba ke pesisir pantai Tanjung Priuk dan akhirnya dimakamkan di Pondok Dayung.

Di kalangan masyarakat, makam Mbah Priok dikenal sebagai salah satu makam keramat. Hal itu karena oleh masyarakat, Mbah Priok dianggap sebagai seorang wali atau aulia yang memiliki kedekatan dengan Tuhan. 
 
Di kompleks makam, terdapat sebuat ruangan atau hall yang biasa digunakan untuk melakukan doa doa Bersama, disana juga terdapat sebuah kolam yang sumber airnya dipercaya membawa berkah.
 
Untuk datang ke Makam Mbah Priok, para pengunjung diwajibkan menggunakan pakaian yang sopan yaitu celana/rok panjang dan baju berlengan panjang serta kerudung bagi wanita.
 
Terdapat sebuah lapangan parkir yang luas di sekitar Makam Mbah Priok. Hal ini dikarenakan hingga saat ini, makam Mbah Priuk selalu didatangi oleh para rombongan peziarah dari penjuru nusantara yang biasanya menggunakan bus dan mobil mobil besar.
 
Cara menuju Makam Mbah Priok:
Untuk mengunjungi makam ini, anda dapat langsung datang ke alamat Jl. Jampea No.6, RW.1, Koja, Tj. Priok, Jakarta Utara.
Bagi yang ingin menggunakan transportasi umum, anda dapat menggunakan Bus Wisata Jakarta (Bus tingkat) dengan jurusan Juanda – Makam Mbah Priok (koridor BW6). Bus ini berangkat persis dari depan pintu gerbang Masjid Istiqlal.


1.JPG

2.JPG
3.JPG