Details

Weltevreden
Titik awal         : Lapangan Banteng
Titik akhir        : Masjid Istiqlal

Durasi   : 3 jam
Jarak     : 2.2 km



Tempat menarik:

1. Lapangan Banteng
Sebuah lapangan yang terletak di Weltevreden terletak di depan Istana Gubernur Jenderal Belanda sebagai tempat melakukan upacara dan parade (paradeplaats). Setelah merdeka, lapangan ini disebut Lapangan Banteng karena banteng merupakan simbol perlawanan kepada kolonialisme. Disini selalu diadakan pameran flora dan fauna, dihias oleh air mancur menari setiap akhir pekan.

2. Patung Pembebasan Irian Barat
Monumen untuk merayakan bergabungnya Irian Barat kepada Republik Indonesia setelah lepas dari kekuasaan kolonialisme Belanda. Patung setinggi 36 meter ini menggambarkan seorang laki-laki yang mengangkat tangannya keatas lepas dari belenggu.

3. Istana Daendels
Het Groote Huis begitu mereka menyebutnya. Dibangun oleh Herman Willem Daendels (1809) seorang Gubernur Jendral Belanda yang berasal dari Perancis karena penaklukan Belanda oleh Perancis. Berselang 2 tahun, Daendels dipanggil kembali oleh Napoleon dan pembangunan sempat terhenti namun berhasil diselesaikan oleh Gubernur Jendral Du Bus (1928).

4. SMA 1 Boedoet
Diperkirakan bangunan ini adalah bangunan rumah sakit, terletak satu komplek dengan Rumah Tahanan Militer dan kantor pemerintahan Hindia Belanda. Sejak tahun 1889 bangunan ini digunakan oleh Sekolah Prins Hendrik dilanjutkan menjadi Sekolah Menengah Oemoem Atas dan disebut SMA Kiblik namun di tutup ketika Agresi Militer Belanda. Sekarang menjadi SMA Negeri 1 Jakarta Boedoet.

5. Gedung Kimia Farma
Gedung tersebut digunakan sebagai pusat gerakan Freemansory, atau tempat perkumpulan kaum theosofi De Ster in het Oosten atau Bintang Timur. 1848 bangunan asli dirombak dan menjadi bangunan megah seperti hari ini. Dilanjutkan menjadi perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur dengan anam N.V Chemicalien Handle Rathkamp & Co.

6. Gedung Kesenian Jakarta
Ide munculnya gedung ini berasal dari Gubernur Jenderal Belanda, Daendels. Kemudian direalisasikan oleh Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814. Gedung yang bersejarah ini dibentuk dengan gaya empire oleh arsitek Arsitek Para perwira Jeni VOC, Mayor Schultze.

7. Gedung Filateli
Gedung ini adalah bekas Kantor Pos Pasar Baru Jakarta, yang juga merupakan bangunan warisan Post Telefon en Telegraf milik pemerintah kolonial Hindia Belanda. Gedung ini didirikan antara tahun 1912-1929, dirancang oleh arsitek Belanda, John van Hoytema, dengan gaya arsitektur Art Deco yang dipengaruhi oleh aliran Art & Craft pada detail interiornya.

8.Sekolah St. Ursula
Merupakan salah satu pionir sekolah Katolik di Indonesia dan sekolah ini diperuntukkan khusus perempuan serta  merupakan salah satu sekolah tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1859. Keberadaan sekolah ini di Jakarta bermula dari pendirian Persekutuan Santa Ursula oleh Santa Angela di Brescia, Italia, pada tanggal 25 November 1535

9. Kathedral Jakarta
Satu-satunya bangunan bergaya Gothik di Jakarta dengan hiasan kaca patri yang menawan menjadikan Kathedral ini salah satu bangunan yang sangat menarik untuk di kunjungi. Terletak berhadap-hadapan dengan Masjid Istiqlal sebagai simbol kerukunan umat beragama.

10. Masjid Istiqlal
Masjid terbesar di Asia Tenggara yang didesain oleh seorang arsitek kristen bernama Frederick Silaban menjadikan ikon Jakarta bahkan Indonesia, karena semua kunjungan resmi kenegaraan selalu akan dikenalkan dengan masjid yang indah nan megah ini


Photos