Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jakarta, Pemprov DKI Jakarta akan mengoperasikan bus tingkat wisata dengan rute tujuan obyek wisata yang ada di ibu kota. Untuk tahap pertama, akan dioperasikan sebanyak lima unit bus tingkat yang diperkirakan mulai beroperasi pada akhir Januari nanti. Masyarakat pun tak perlu repot-repot merogoh kocek lebih dalam karena bus tingkat wisata ini gratis.   

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta selaku pengelola bus tingkat wisata ini menargetkan dapat mengangkut 3.000 penumpang per hari. Operasional bus tingkat rencananya akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali sehingga diharapkan dapat diketahui kekurangan maupun kelebihannya. 

Kelapa Disparbud DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, sesuai hitung-hitungan bisa ditargetkan jumlah penumpang perharinya mencapai 3.000 orang. Dengan asumsi satu unit bus menampung 60 penumpang dengan waktu operasional selama 10 jam per hari. "Target penumpangnya 3.000 orang sehari," ujar Arie, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (16/1).

Untuk tahap awal, sambung Arie, tidak akan menggunakan sistem tiketing. Namun, setelah tiga bulan pelaksanaannya, akan menggunakan sistem tiketing, dimana tiket bisa diperoleh di pusat perbelanjaan, bandara dan hotel yang ada di Jakarta. 

Dikatakan Arie, biaya perawatan bus tersebut dianggarkan sebesar Rp 4,5 miliar. Selain untuk perawatan bus, dana sebesar itu juga diperuntukan bagi gaji karyawan seperti pramudi bus dan pemandu wisata. "Kami siapkan dana Rp 4,5 miliar untuk perawatan dan karyawan seperti pramudi bus," katanya. 

Adapun rute yang akan dilalui bus tingkat wisata ini antara lain, mulai dari Bundaran HI, Jl Jenderal Sudirman, Semanggi, Jl Gatot Subroto, Hotel Sultan, TVRI, Hotel Mulia, Plaza Senayan, Patung Pemuda, dan kembali ke Bundaran HI melalui Jl Jenderal Sudirman.

Ditambahkan Arie, pengadaan bus tingkat wisata ini tidak akan berhenti sampai di sini. Tahun ini, pihaknya mengajukan penambahan sebanyak 20 unit bus tingkat. Selain itu, pihak swasta diminta untuk ikut berpartisipasi agar penambahan unit bus semakin banyak. "Tahun ini diusulkan penambahan 20 unit, secara bertahap. Tapi kalau ada CSR yang mau menyumbang, tentu akan lebih banyak lagi," tandasnya.

sumber: www.beritajakarta.com