Orkes Filharmonik Jakarta merupakan kelompok orkestra tertua di Indonesia. Sebagai bagian dari sejarah perkembangan musik orkestra di Indonesia, mereka terbilang sebagai aset Jakarta yang paling bernilai

Sebagai apresiasi kepada hasil karya mereka, Kantor Dinas Pariwisata dan Budaya Jakarta menggelar konser Orkes Filharmonik Jakarta pada tanggal 28 November 2013 di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Selama konser berlangsung,  akan dimainkan berbagai repertoar musik klasik serta lagu-lagu Indonesia yang pernah dimainkan  di masa awal Orkes Filharmonik Jakarta.

Orkes Filharmonik Jakarta berdiri pada tahun 1912. Di awal berdirinya, Orkes ini bernama NIROM (Netherlands Indische Radio Omroep Maatschaapij). Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1950 NIROM pun dibagi menjadi dua orkestra, yaitu Orkes Radio Jakarta (ORJ) yang memainkan repertoar klasik Barat dan Orkes Studio Jakarta (OSJ) yang  memainkan lagu-lagu Indonesia.

Pada tahun 1968, Orkes Radio Jakarta dan Orkes Studio Jakarta kembali disatukan menjadi Orkes Simfoni Jakarta (OSJ). Orkestra ini dipimpin oleh Adhidarma dan FX Sutopo. Pada masa itu OSJ telah menjadi orkestra tetap untuk Radio Republik Indonesia (RRI).  Saat ini Orkes Simfoni Jakarta (OSJ) telah berganti nama menjadi Orkes Filharmonik Jakarta.

Pertunjukkan Orkes Filharmonik Jakarta 2013 juga menjadi  kesempatan istimewa untuk mengenang sejumlah musisi, khususnya mereka yang telah ikut andil dalam membentuk  Orkes Filharmonik Jakarta, yaitu Suka Hardjana, FX Sutopo (Alm), Suwanto Kelvin, Sudomo (Alm), Nusyirwan Lesmana (Alm), Embong Rahardjo (Alm), Tony Kelvin , Amir Katamsi (Alm) dll.