Walaupun pernah menjadi bangunan mandiri yang terkenal, Candranaya sekarang tenggelam diantara bangunan tinggi di Green Central City milik Hotel Novotel di Jalan Gajah Mada 188.
Dibangun pada abad ke 18, bangunan antik Cina ini penah dimiliki oleh pedagang kaya Cina bernama Khouw Tian Sek.

Candranaya memiliki ciri khusus dari arsitektur Cina dengan ruangan-ruangan yang luas, dimana interior dari bangunan dihiasi dengan ornamen-ornamen yang sangat detil. Sementara itu atap atasnya memiliki mahkota ‘Tou-Kung’ yang juga dihiasi lengkap dengan ornamen.

Walaupun diperkirakan dibangun di awal abad ke 18/19, tanggal akurat kapan tepatnya bangunan ini dididirikan tetap tidak jelas.

Pada akhir perang dunia ke 2, organisasi Sin Ming Hui menggunakan bangunan ini sebagai kantor pusat. Organisasi ini melayani dan menyediakan informasi bagi komunitas Cina yang menderita karena perang.  Sin Ming Hui melakukan banyak aktivitas untuk kepentingan sosial. Mereka menyediakan klinik kesehatan, klub olah raga serta mengatur berbagai aktivitas pendidikan maupun klub fotografi.

Tahun 1962, organisasi sosial Sin Ming Hui mengganti namanya menjadi Tjandra Naja yang akhirnya berubah menjadi Candranaya.