Museum yang berdiri di atas tanah bekas Gereja Belanda Baru ini menyimpan koleksi batu-batuan, perabot rumah tangga dan gambar-gambar dari masa lalu yang berkaitan dengan Jakarta. Museum tersebut didirikan sehubungan dengan timbulnya kesadaran masyarakat Indonesia pada umumnya, khususnya masyarakat pecinta wayang, bahwa seni budaya yang tinggi dan kaya nilainya itu, tidak hanya untuk dimiliki saja tetapi juga harus terpelihara, dikembangkan dan dibina serta dimanfaatkan untuk bangsa dan negara.

Museum Wayang menempati sebuah bangunan tua bergaya Eropa, yang dahulu merupakan gereja bagi orang Belanda di Indonesia, dan dipugar sekitar tahun 1736 menjadi bangunan gereja baru. Kemudian bangunan gereja itu dibeli oleh suatu perusahaan Belanda dan dijadikan gudang. Gudang ini kemudian dibeli kembali oleh pemerintah Belanda untuk dijadikan museum, karena di dalam bangunan itu terdapat kuburan beberapa pejabat tinggi Belanda dan beberapa benda peninggalan Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen yang memerintah dari tahun 1618-1622 dan 1627-1629. Pada tahun 1937 gedung ini berubah menjadi museum, dan dinamakan Museum Oud Batavia. Setelah Kota Batavia berkembang menjadi Jakarta, koleksi di Museum Oud Batavia dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta, yang letaknya berseberangan dengan museum sebelumnya. Atas prakarsa Gubernur Ali Sadikin, Museum Batavia Lama ini dijadikan Museum Wayang.

Di taman Museum Wayang juga terdapat batu nisan Gubernur Jenderal Abraham Patras dan Willem van Outhoorn bersama isterinya Elisabet van Heyningen. Terdapat juga batu nisan dengan lambang halus dari bekas gubernur Formosa, yaitu Cornelis Cesaer beserta isterinya Anna Ooms, kemudian batu sederhana Maria Caen dan saudara laki-lakinya Anthoni Caen. Disamping itu masih terdapat batu nisan lainnya yang telah dipindahkan ke bekas kuburan yang kemudian menjadi Taman Prasasti di Jalan Tanah Abang. Beberapa diantaranya ditandai HK singkatan dari Hollandse Kerk atau Gereja Belanda. Di seberang taman terdapat kuburan Jan Pieterzoon Coen yang meninggal pada tahun 1634 serta pembantu-pembantunya.

Jam Buka

SeninTutupRabu09.00-15.00Jumat09.00-15.00Minggu09.00-20.00
Selasa09.00-15.00Kamis09.00-15.00Sabtu09.00-20.00

Important Information

类别
Museums & Landmarks
要点
区域
West Jakarta
传真
(62-21) 6929560
地址
Jl. Pintu Besar Utara No. 27, West Jakarta
网站

See Map

Related Places

  • 纺织品博物馆

    这是印尼其藏品的最完整博物馆。博物馆的藏品达140.000件以上,藏品中包括按人种学分类的古代雕像、 题字、 陶瓷、 纺织及 历史文物。这个博物馆的陶瓷&与人种学藏品是世界上最大与最全面的。

  • 碑文博物馆

    这个博物馆是在自 1795 年开放的称为Kebon Jahe Kober 的老公墓上兴建。在荷兰东印度公司(VOC)的占领期间,这座公墓专供高尚的荷兰人和突出的人员。后来该公墓用于共同的基督教徒。这个18世纪公墓拥有各种来自16 世纪和17世纪的墓碑藏品。

  • 国家博物馆

    这是印尼其藏品的最完整博物馆。博物馆的藏品达140.000件以上,藏品中包括按人种学分类的古代雕像、 题字、 陶瓷、 纺织及 历史文物。这个博物馆的陶瓷&与人种学藏品是世界上最大与最全面的。