ASITA Minta Tertibkan Travel Agent Online Ilegal

10 Jan 2017

Jakarta - Association of The Indonesia Tours and Travel Agences (ASITA) menggelar ulang tahunnya ke-46. Mereka ingin, Kemenpar menertibkan travel agent online ilegal.

Association of The Indonesia Tours and Travel Agences (ASITA) menggelar ulang tahunnya yang ke-46 di Balairung Soesilo soedirman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Di umurnya yang kian matang, organisasi ini menginginkan tindakan tegas pemerintah pada agen perjalanan ilegal.

Serangkaian kegiatan ulang tahun ASITA sendiri telah berlangsung di beberapa daerah dan pusat. Selain kegiatan seremonial, ASITA juga melakukan baksos ke Pidie, Aceh tanggal 14 Januari nanti serta donor darah se-Indonesia yang bekerjasama dengan PMI.

"Sebulan ini kami akan menyerahkan award ke tokoh-tokoh pariwisata nasional yang telah serius mengabdi," kata Ketum ASITA Bahar Asnawi saat konferensi pers di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (9/1/2017).

"Kondisi real kami, persaingan semakin ketat antar negara. Kita ingin online travel agent ini perlu ditertibkan yang ilegal," imbuh Bahar.

Menurut Bahar agen ilegal itu harus diawasi dan agar pemerintah tidak kehilangan kesempatan yang ada. Selain itu, keberadaan agen ilegal semakin menggerus bisnis ASITA dan bisnis perjalanan Indonesia lainnya yang legal.

"Permen No 18 dengan sedemikian rupa persyaratannya itu harus berjalan semestinya. Tidak hanya tajam ke kami," kata dia.

Agar tidak kalah dengan agen ilegal, tegas Bahar, ASITA selalu berinovasi memberikan produk paket baru dalam perjalanannya. Karena dalam kenyataannya, agen ilegal memberi paket murah namun menimbulkan masalah dalam sektor wisata.

"Khususnya di Bali yang membuat kami gerah. Tamu yang datang dari biro ilegal banyak yang tidak pulang. Sulit dikontrol mereka," ketus dia.

Selanjutnya, menyambung pada acara malam ini, beberapa award bagi pahlawan pariwisata diberikan daengan penilaian 9 kriteria. Sejumlah pihak dijadwalkan hadir, diantaranya perwakilan negara sahabat seperti kedubes anggota ASEAN, Iran dan Amerika Serikat.

(Masaul/detikTravel)

Sumber : https://travel.detik.com/read/