Disparbud DKI Giatkan Promosi Sanggar Melalui Laman Resmi

 
 
Indonesiainside.id, Jakarta – Sebagai sarana promosi dan basis data sanggar-sanggar di ibu kota, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI menyediakan laman khusus yang dapat diakses melalui disparbud.jakarta.go.id/sanggarseni. Kepala Bidang Seni Budaya Disparbud DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, mengatakan, laman ini dapat membantu mempromosikan sanggar-sanggar yang ada di Jakarta.
 
“Informasi dan data yang diberikan tentunya akurat karena diisi secara mandiri oleh sanggar-sanggar itu,” ujarnya, Senin (7/10). Gumilar memaparkan, semakin banyak karya seni atau pengalaman yang dicantumkan tentunya menjadi nilai ketertarikan tersendiri bagi calon pengguna jasa sanggar.
 
Caranya, pengelola atau penanggung jawab sanggar cukup mendaftarkan diri kemudian memasukan profil sanggar mereka secara lengkap di laman khusus tersebut. Data yang dibutuhkan seperti, nama dan alamat sanggar, keanggotaan, pengalaman, dokumentasi kegiatan, maupun yang lainnya. “Setiap ada sesuatu yang baru, pemilik atau pengelola sanggar bisa melakukan update, baik itu terkait kegiatan maupun kreasi maupun karya terbaru,” paparnya.
 
Menurut dia, laman web khusus ini justru memudahkan disparbud dalam pengumpulan data sanggar-sanggar yang ada di Jakarta tanpa harus mendatangi satu per satu, sehingga, bisa lebih efektif dan efisien. “Ini adalah salah satu upaya kami untuk memberikan kemudahan bagi pengelola sanggar mapun mereka yang memerlukan jasa dari sanggar-sanggar itu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tuturnya.
 
Selain memudahkan pendataan, lanjut Gumilar, Disparbud DKI dapat melakukan pemetaan terhadap sanggar mulai jenis kesenian, sebaran sanggar di wilayah, termasuk sarana prasarana yang dimiliki sanggar. Melalui pemetaan yang jelas, Disparbud DKI akan mudah dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan sanggar-sanggar yang ada di Jakarta.
 
“Kita akan tahu jumlah sanggar di DKI, juga berapa persen sanggar Betawi, Sunda, atau Jawa Tengah. Kemudian, terkait sebarannya, jumlah dan usia anggota, hingga sarana dan prasarana yang dimiliki,” urai Gumilar.
 
Ia menambahkan, Disparbud DKI Jakarta terus menggencarkan sosialisasi terkait adanya laman tersebut. “Sosialisasi juga kami lakukan melalui Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di masing-masing wilayah,” kata dia. (AS)
 
 
https://indonesiainside.id | M Aulia Rahman