Ini Alasan Bioskop XXI TIM Digusur

 
 
https://www.genpi.co/berita/17996/ini-alasan-bioskop-xxi-tim-digusur
 
 
GenPI.co - Mulai Senin 19 Agustus 2019, bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) resmi tak beroperasi untuk seterusnya. Rupanya keputusan ini berkaitan dengan adanya program revitalisasi kawasan TIM oleh Pemprov DKI Jakarta.
 
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro mengatakan, proyek revitalisasi ini akan menggusur beberapa bangunan seperti gedung bioskop untuk dikembalikan fungsinya sebagai pusat kegiatan seni. 
 
"Memang dulu kan tidak ada bioskop juga, jadi dikembalikan fungsinyalah, tetap berjalan untuk kesenian," ujar Asiantoro di kawasan TIM, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
 
Asiantoro menjelaskan lahan yang semula digunakan untuk bioskop itu akan dialihkan untuk gedung panjang. Gedung itu akan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya.
 
"Itu nanti (jadi pusat dokumentasi sastra) HB Jassin, ada tempat studio-studio untuk latihan, di bawahnya ada basement," ujarnya.
Namun, Asiantoro menyebut penggusuran bioskop XXI seharusnya tidak menjadi masalah. “Kan dia (pengelola bioskop XXI) sebagai penyewa, TIM kan punya kita, kenapa jadi masalah, enggak ada masalah kan," imbuhnya.
 
Menurut situs resmi PPID Pemprov DKI, Arsitek Revitaliasi TIM Andra Matin mengatakan desain baru nantinya akan mengembalikan konsep dasar saat pertama kali dibangun pada 1968.
 
Saat itu, TIM dibangun dengan konsep bangunan yang sangat inklusif, terbuka dan guyub. “Waktu zaman itu, para seniman tidak ada batasan antara seniman dengan seniman, seniman dengan masyarakat, seniman muda dengan seniman tua. Itu menjadi sesuatu yang kondusif pada saat itu," ujar Andra.
 
Ia menjelaskan akan ada beberapa bangunan yang dihilangkan atau diubah fungsinya. Misalnya, lahan parkir yang akan diubah menjadi taman serta bangunan bioskop akan dihilangkan.
 
Proyek revitalisasi TIM tersebut akan dikerjakan PT Jakarta Propertindo. Biaya untuk revitalisasinya ditaksir mencapai Rp 1,8 triliun.
 
 
>