191.550 Wisatawan Mancanegara Datang ke Jakarta




 
 
https://www.jawapos.com/jabodetabek/05/08/2019/191-550-wisatawan-mancanegara-datang-ke-jakarta/
Editor : Bintang Pradewo
Reporter : Sabik Aji Taufan
 
 
JawaPos.com – Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke DKI Jakarta meningkat. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta selama Juni 2019 tercatat ada 191.550 kunjungan. Angka itu meningkat 21,72 persen bila dibandingkan dengan Mei 2019 dengan total kunjungan 157.367.
 
Kenaikan juga masih dirasakan apabila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2018. Pada saat ini kunjungan mencapai 182.943 wisatawan. Lebih sedikit 4,70 persen di bawah angka Juni tahun ini.
 
“Total kumulatif kunjungan wisman ke Jakarta pada semester satu dari bulan Januari sampai dengan Juni 2019 adalah sebesar 1.138.059 Kunjungan,” ujar Kepala Disparbud DKI Jakarta, Edy Junaedi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/8).
 
Dari jumlah itu, lima negara terbanyak yang berkunjung ke Jakarta selama Juni 2019 adalah Tiongkok (27.189 kunjungan), Saudi Arabia (23.294 kunjungan), Malaysia (14.620 kunjungan), Jepang (14.445 kunjungan), dan Singapura (12.765 kunjungan).
 
Kenaikan wisatawan ini berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel berbintang. Dari 50,51 persen total hunian berbintang, rata-rata lama menginap tamu asing pada Juni 2019 sebesar 2,96 hari.
 
“Jika dibandingkan dengan bulan Juni 2018 terjadi peningkatan sebesar 0,68 poin dimana rata-rata menginap sebesar 2,28 hari. Sementara itu untuk rata-rata lama menginap tamu Indonesia pada hotel berbintang selama Juni 2019 sebesar 2,00 hari,” tambah Edy.
 
Disparbud mencatat ada dua faktor terbesar atas kenaikan kujungan wisatawan mancanegara ini. Yakni musim libur lebaran dan sekolah, serta adanya event HUT Kota Jakarta. “Menurut trend grafik kunjungan, pada bulan Juni selalu mengalami trend kenaikan kunjungan wisatawan,” imbuhnya.
 
Dari data itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, serta tingkat hunian kamar hotel dan rata-rata lama menginap wisatawan. Berbagai inovasi akan terus dikembangkan pemerintah, seperti pembukaan Kopikan Museum di halaman belakang Museum Sejarah Jakarta baru-baru ini.
 
Meskipun terjadi kenaikan jumlah kunjungan dan lama menginap wisatawan, tidak semata-mata membuat pemprov berpuas diri. Kenaikan ini akan terus diupayakan naik setiap tahun secara konsisten. “Beberapa cara yang ditempuh dengan menambahkan atraksi bagi wisatawan di destinasi wisata,” pungkas Edy.
>