Beri Pembinaan Seni, Sudin Parbud Ajak Warga Johar Baru Miliki Kegiatan Positif

Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Jakarta Pusat akan memberikan pembinaan seni kepada warga Kecamatan Johar Baru, Jakpus. Kepala Seksi Industri Seni Sudin Parbud Jakpus, Supriyanto mengatakan pembinaan seni ini diharapkan dapat mengurangi konflik atau pertentangan yang biasa terjadi di sana. "Kita masuk ke sana melalui pembinaan seni dan budaya, kita ajarkan pemuda-pemuda di sana berseni sehingga mereka memiliki kegiatan yang positif," katanya saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).
 
Menurutnya, untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan di Johar Baru itu harus didukung seluruh UKPD, termasuk Sudin Parbud. Di lokasi yang sama, Kasie Kebudayaan Sudin Parbud Jakpus, Sinta menerangkan pembinaan seni budaya ini akan dilakukan mulai Maret 2019 hingga 5 bulan ke depan di empat kelurahan di Kecamatan Johar Baru. "Selama 5 bulan ini warga akan dilatih oleh pelatih profesional selama 40 kali pertemuan, dan pakaian latihan akan diberikan Sudin Parbud," jelas Sinta.
 
Sinta menyampaikan, di tiap kelurahan akan ada pelatihan seni yang berbeda, di antaranya untuk kelurahan Johar Baru akan ada pelatihan tari, marawis dan qasidah. "Kemudian Kelurahan Galur ada pelatihan tari, teater, dan marawis. Kelurahan Tanah Tinggi ada pelatihan tari, gambang kromong, dan band, dan Kelurahan Kampung Rawa ada pelatihan tari, marawis, dan band," paparnya. "Di akhir pembinaan pelatihan seni dan budaya ini akan diadakan gebyar hasil pelatihan, dan rencananya akan diadakan pada September 2019 mendatang," pungkas dia.
 
Kegiatan tersebut pun disambut baik oleh Koko, seorang pelatih tari yang terlibat dalam pembinaan ini. Ia mengharapkan adanya pembinaan ini, selain kegiatannya yang positif, juga agar kebudayaan Betawi tetap lestari. "Jadi biar ada kegiatan yang positif bagi warga Johar Baru, (selain itu) supaya nggak buta mereka akan budaya gitu, karena sekarang kan tontonan tentang budaya di televisi kurang ya" terang Koko.
 
Mengenai kapan waktu pembinaanya, ia mengaku belum tahu pasti jadwalnya karena masih didiskusikan. "Kemungkinan sehabis pulang sekolah dan ngaji dulu, baru bisa sore jadwalnya disesuaikan," jelas dia.
 
 
Penulis: Leo Permana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya | Jakarta.Tribunnews.com

 
>