5 Fakta Indonesia di Asian Games 2018

Asian Games 2018 menorehkan sejumlah prestasi bagi Indonesia. Kontingen Indonesia berhasil mengumpulkan 31 emas, capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang olahraga se-Asia ini. Apresiasi dilayangkan berbagai pihak atas prestasi para atlet. Lalu, apa saja fakta menarik dari Asian Games 2018 ini bagi Indonesia? Berikut rangkuman Kompas.com: 
 
1. Prestasi terbaik sepanjang Asian Games
 
Indonesia berada di peringkat keempat dengan total perolehan 98 medali. Keseluruhan medali tersebut terdiri dari 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. Total medali ini diperoleh Indonesia dari 25 cabang olahraga (cabor). Capaian ini merupakan prestasi terbaik Indonesia sejak terlaksananya Asian Games pertama di New Delhi pada 1951. Sebelumnya, pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea, Indonesia berada di posisi ke-17.
 
2. Cabor terbanyak sumbang emas
 
Pencak silat merupakan lumbung medali emas bagi Indonesia. Sebanyak 14 medali emas dipersembahkan para atlet dari cabor ini. 
 
Berikut nama-nama atlet yang menyumbangkan emas dari cabor pencak silat: 
1. Sugianto (tunggal putra) 
2. Yola Primadona Jampil (ganda putra) 
3. Hendy (ganda putra) 
4. Abdul Malik (kelas B putra: 50-55kg) 
5. Hanifan Yudani Kusumah (kelas C putra: 55-60kg) 
6. Iqbal Candra Pratama (kelas D putra: 60-65kg) 
7. Komang Harik Adi Putra (kelas E putra: 65-70kg) 
8. Aji Bangkit Pamungkas (kelas I putra: 85-90kg) 
9. Nunu Nugraha (regu putra) 
10. Asep Yuldan Sani (regu putra) 
11. Mubarok Anggi Faisal (regu putra) 
12. Puspa Arumsari (tunggal putri) 
13. Ayu Sidan Wilantari (ganda putri) 
14. Ni Made Dwiyanti (ganda putri) 
15. Wewey Wita (kelas B putri: 50-55kg) 
16. Sarah Tria Monita (kelas C putri: 55-60kg) 
17. Pipiet Kamelia (kelas D putri: 60-65kg) 
18. Pramudita Yuristya (regu putri) 
19. Lutfi Nurhasanah (regu putri) 
20. Gina Tri Lestari (regu putri) 
 
3. Atlet tertua dan termuda peraih medali di Asian Games 2018 
 
Atlet peraih medali dengan predikat termuda dan tertua di ajang Asian Games 2018 ini berasal dari kontingen Indonesia.
 
Bunga Nyimas, atlet berusia 12 tahun merupakan atlet termuda pemeroleh medali di Asian Games 2018. Ia berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia dari cabor skateboard. Nyimas membukukan total skor 19,8.
 
Sementara, atlet tertua peraih medali di ajang ini adalah Bambang Hartono. Usianya 78 tahun. Salah satu orang terkaya di Indonesia ini menyumbangkan medali perunggu dari cabor bridge.
 
4. Indonesia nyaris dapatkan emas setiap hari
 
Kontingen Indonesia nyaris mendapatkan medali emas setiap hari saat penyelenggaraan Asian Games 2018, kecuali hari ke-12 dan ke-13 pada 30-31 Agustus 2018. 
 
Urutan atlet pemeroleh medali emas untuk Indonesia adalah Defia Rosmaniar, Lindswell Kwok, Tiara A Prastika, Khoiful Mukhib, Eko Yuli Irawan. Emas ke-6 diperoleh tim paralayang (Hening Paradigma, Jony Efendi, Rony Pratama, Jafro Megawanto, dan Aris Apriandi), lalu Jafro Megawanto, Aries Susanti Rahayu. 
 
Emas ke-9 dipersembahkan oleh tim dayung (Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Rio Rizki Darmawan, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, dan Ujang Hasbulloh). 
 
Emas ke-10 diperoleh dari cabang olahraga tenis untuk nomor ganda campuran (Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat). Kemudian, emas selanjutnya dipersembahkan oleh Rifki A Arrosyid, Aqsa A Aswar, Puspa Arumsari 
 
Emas ke-14 berasal dari ganda putra pencak silat (Yola Primadona Jampil dan Hendy). Lalu, emas berikutnya dipersembahkan oleh tim putra pencak silat seni (Nunu Nugraha, Asep Y Sani, dan Anggi F Mubarok). Medali emas selanjutnya disumbangkan oleh Aji B Pamungkas, Komang H Adi Putra, Iqbal C Pratama, Sarah Tria Monita, Abdul Malik. 
 
Emas ke-21 dan ke-22 diberikan oleh tim putri dan putra dari cabor panjat tebing. Tim putri terdiri dari Aries Susanti, Puji Lestari, Rajiah Sallsabillah, dan Fitriyani. Sedangkan, tim putra terdiri dari Rindi Suprianto, Muhammad Inayah, Abduzar Yulianto, dan Leonardo Veddriq. 
 
Emas ke-23 dipersembahkan dari cabor bulu tangkis tunggal putra, Jonathan Christie. Emas selanjutnya diberikan dari cabor bulu tangkis kategori ganda putra (Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon). Kemudian, emas secara berturut-turut didapatkan oleh Sugianto, silat ganda putri (Ayu Wilantari dan Ni Made Dwiyanti), tim pencak silat putri (Pramudita, Lutfi, dan Gina), Pipit Kamelia, Hanifan Y Kusumah, dan Wewey Wita. 
 
Tim sepak takraw mempersembahkan emas ke-31 untuk Indonesia. Tim tersebut terdiri dari M. Hardiansyah Muliang, Nofrizal, Saiful Rijal, Husni Uba, Rizky Pago, dan Abdul H Radjiu. 
 
5. Bonus atlet, pelatih, dan asisten pelatih
 
Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang di Asian Games 2018. Salah satu bentuk apresiasi tersebut ditunjukkan melalui bonus kepada para atlet. Bonus ini telah diberikan pada Minggu (2/9/2018) di Istana Negara, Jakarta. 
 
Selain bonus uang, pemerintah juga memberikan bonus lain berupa pengangkatan status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bonus rumah. 
 
 
Berikut besaran bonus uang untuk para atlet: 
 
Atlet perorangan 
Emas Rp 1,5 miliar 
Perak Rp 500 juta 
Perunggu Rp 250 juta 
 
Beregu 
Emas Rp 750 juta per orang 
Perak Rp 300 juta per orang 
Perunggu Rp 150 juta per orang 
 
Tak hanya para atlet yang diberikan bonus, pemerintah juga memberikan bonus untuk pelatih dan asisten pelatih para atlet Indonesia ini. 
 
Berikut besaran bonus untuk pelatih dan asisten pelatih atlet Indonesia: 
 
Pelatih perorangan atau ganda 
Emas Rp 450 juta 
Perak Rp 150 juta 
Perunggu Rp 75 juta 
 
Pelatih beregu 
Emas Rp 600 juta 
Perak Rp 200 juta 
Perunggu Rp 100 juta 
 
Pelatih untuk medali kedua dan seterusnya 
Emas Rp 225 juta 
Perak Rp 75 juta 
Perunggu Rp 37,5 juta 
 
Asisten pelatih perorangan atau ganda 
Emas Rp 300 juta 
Perak Rp 100 juta 
Perunggu Rp 50 juta 
 
Asisten pelatih beregu 
Emas Rp 375 juta 
Perak Rp 125 juta 
Perunggu Rp 62,5 juta 
 
Asisten pelatih untuk medali kedua dan seterusnya 
Emas Rp 150 juta 
Perak Rp 50 juta 
Perunggu Rp 25 juta
 
 
Sumber: Penulis : Mela Arnani/Editor : Inggried Dwi Wedhaswary/kompas.com
 


>