• Address
    Jl. Pekojan No.43 Kel. Pekojan Jakarta Barat
  • Open at

Masjid Langgar Tinggi

Dari kawasan Pekojan, Jakarta Barat, sebuah masjid yang dulunya hanya langgar, masih berdiri kokoh sejak tahun 1829 Masehi atau 1249 Hijriah. Masjid itu kini masuk dalam daftar warisan sejarah Jakarta yang dilindungi. Masjid Langgar Tinggi yang terletak di Jalan Pekojan Raya No 43, Tambora, Jakarta Barat dibagun di atas tanah yang diwakafkan oleh Syarifah Mas’ad Marik Ba’lawi.Dari penyebutan, ‘langgar’ berarti mushola atau surau. Masjid itu pada masanya hanyalah sebuah langgar. Namun kini, tanpa membuang nama aslinya kata masjid menempel pada penyebutan Langgar Tinggi. Pada abad ke 19, Kali Angke sendiri merupakan jalur perdagangan transportasi di Kota Batavia. Berbagai saudagar atau pedagang hilir mudik melintasi kali tersebut. Tak terkecuali saudagar muslim asal Yaman, Abu Bakar Shihab. Ia kemudian mendirikan langgar berlantai dua di tepian sungai itu. Pada masanya selain sebagai langgar, tempat itu juga berfungsi sebagai penginapan di lantai bawahnya. Sementara lantai atasnya digunakan untuk ibadah salat.

Pada zaman itu pula berbagai perahu dan rakit dari Tangerang menyusuri Sungai Cisadane dan kemudian masuk ke Kali Angke membawa berbagai barang dagangan. Sebelum masuk ke kota dan menjajakan barang dagangan yang dibawa dengan perahu tersebut, perahu dan rakit itu bersandar di belakang langgar.
Baru kemudian pada tahun 1833 Langgar Tinggi itu diperluas oleh Syekh Said Naum. Ia menurut sejarah merupakan Kapitan Arab untuk wilayah Pekojan yang sekaligus seorang saudagar muslim kaya raya dari Palembang. Ia diketahui memiliki sejumlah armada kapal.